Tampilkan postingan dengan label my friends. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label my friends. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Juni 2013

Terlupakan dan Dilupakan




            Kita berdelapan adalah satu bagian, ya kita berdelapan. Aku, F, A, MR, D, MC, I, RC. Kita adalah pondasi dari berdirinya pertemanan kita selama tiga tahun ini. Ingatkah kalian dulu betapa bahagianya kita menghabiskan waktu bersama ? tertawa bersama, nyontek bersama, makan bersama, ke kantin bersama, dan berjuang bersama demi menaiki tingkatan pendidikan sampai akhir. Ingatkah ? Bahkan sebenarnya masih banyak hal yang dapat kita kenang, karna terlalu banyaknya hal tersebut sampai tidak bisa ku tuliskan semua.
            Aku berharap bahwa kita akan selalu bisa seperti ini, sayangnya waktu pasti selalu membawa perubahan, begitu pula pada hubungan kita berdelapan. Di akhir tahun pada tahun pertama, kita harus kehilangan satu teman kita, RC, dan mau tidak mau kita harus merelakan, karna itu adalah yang terbaik juga untuknya. Sisa kita bertujuh, dan kita bertujuh harus berjuang untuk melanjutkan langkah kita.
            Di tahun ajaran baru, tahun ke dua. Di antara kita bertujuh, dua di antara kita (D dan F) harus berpisah lagi untuk melanjutkan langkah. Kita bertujuh hanyalah berpisah kelas, tapi kita tetap selalu menjaga hubungan. Sayangnya karna berpisah kelas itulah ternyata dapat membuat kita berpisah hubungan juga karna kesibukan kita masing-masing di kelas dan jurusan yang berbeda. Bahkan satu teman kita lepas dari kita (F). Dan satu teman kita yang lainnya (D) bisa di bilang lepas juga, namun kita masih tetap berhubungan baik.
            Pada saat inilah kita mulai memasuki dunia baru, dunia di mana kita akan mendapatkan teman baru lagi. Di saat seperti inilah kita bertambah enam orang. S, AM, C, P, MA, SA, CN.  Awalnya aku merasa nyaman dan bahagia bertambah teman baru. Awalnya. Namun ternyata waktu membawa perubahan pada diriku. Aku mulai menjauh dari kalian, karna aku punya masalah yang cukup besar dengan S, dan mungkin kalian pun tidak mengetahui duduk permasalahannya. Pada saat ini sebenarnya aku kecewa dengan kalian, karna aku merasa aku di tinggalkan, aku merasa kalian tidak ada sedikit care tentang aku dan masalahku. Dan sebenarnya yang aku pikirkan adalah apakah kalian tidak merasa ada yang berbeda dariku ? atau apakah kalian tidak merasa bahwa aku sedikit menjauh ? aku begitu amat sangat sedih ketika aku melihat kalian lebih dekat kepada S daripada aku. Yang membuat aku sedih dalam masalah ini adalah karna teman-teman lamaku, I, MC, MR, A, tidak memperhatikanku. Tapi Tuhan itu Maha adil. Di sisi lain mungkin bisa di bilang bahwa teman-teman lamaku meninggalkanku, tapi Tuhan memberikanku teman baru yang dapat menemaniku di saat aku merasa di tinggalkan, seperti FF, V, MA, D. Dan yang paling dekat denganku adalah FF dan D. Aku begitu beruntung dapat mengenal FF dan D, mereka benar-benar temanku di saat tidak ada kalian. Terlebih lagi D, dia adalah teman sebangku-ku, sehingga kami begitu dekat, di tambah dengan dia yang di tinggal pula oleh sahabatnya, maka semakin dekatlah diriku dan D. Taukah kalian, sebenarnya saat aku bersama FF atau D, aku tetap merindukan berkumpul bersama kalian. Jauh dari kalian itu rasanya seperti sedang berlibur. Pergi untuk bersenang-senang tapi kita tidur bukan di kasur kamar kita, melainkan kasur hotel. Rasanya berbeda bukan kasur kamar kita dan kasur hotel ? tentu lebih nyaman kasur kita sendiri meskipun kita sedang bersenang-senang. Apakah kalian merasakan seperti itu juga ? Rasanya aku juga ingin berkumpul bersama kalian, tertawa bersama, tapi aku terlalu ragu untuk menghampiri kalian, karna bahkan kalan tidak mengajak aku untuk berkumpul bersama. Jangankan mengajak, sekedar memanggil saja tidak.
            Aku memisahkan diri dari kalian karna sebenarya aku ingin di cari oleh kalian, namun kenyataannya terbalik. Mungkin kalian merasa bahwa aku tidak mau di cari atau kalian berpikir kalo aku memang ingin menjauh dari kalian, atau apalah presepsi kalian. Tapi sebenarya, ketika aku tidak bersama kalian, aku berharap di cari dan di ajak untuk berkumpul. Namun tidak pernah ada ajakan. Aku masih dekat dengan kalian pun karna aku pulang bersama dengan teman-teman yang dekat dengan ‘kita’, seperti SA, I, S, yang hubugannya masih baik-baik saja dengan kalian. Ini adalah benar-benar masa tersulit dalam hidupku, ketika aku merasa teman-teman dekatku tidak memperhatikanku.
            Sekali lagi, Tuhan itu adil, tahun ke tiga hubunganku dan kalian setidaknya membaik daripada sebelumnya. Tidak hanya hubunganku dengan kalian, namun hubunganku dengan FF juga tetap baik. Bahkan bukan hanya dengan FF saja, tapi aku juga mengenal teman FF yaitu H dan AK. Di tahun ketiga ini aku berpisah kelas dengan teman sebangku-ku (D). Awalnya kita masih saling berhubungan, namun lagi-lagi waktu membawa perubahan. Karna di kelas yang berbeda maka aku dan D pun sudah jarang berkomunikasi.
            Awalnya di tahun ajaran baru di tahun ke tiga ini hubungan kita memang mulai membaik, tapi tidak terlalu banyak perubahan, karna aku masih lebih dekat pada FF daripada dengan kalian. Sampai akhirnya terbentuklah sebuah forum yang membahas begitu banyak hal yang mengganjal selama ini. Aku mulai terbuka dan mengatakan apa yang aku rasakan selama ini, dan kalian pun mengatakan apa yang kalian rasakan selama ini. Kita saling terbuka satu sama lain dalam forum ini. Sedikit senang dan lega dengn adanya forum ini, karna akhirnya aku bisa mengungkapkan apa yang aku rasakan selama ini, meskipun memang tidak semua yang di keluarkan.
            Setelah forum keadaan jadi membaik. Sedikit. Aku masih merasa asing kembali berkumpul bersama kalian. Aku masih lebih dekat ke FF, karna aku dan FF sedang mempunyai sebuah misi yang mengakibatkan aku dan FF jadi lebih dekat. Kembali kita masuk ke tahun ajaran baru, kembali akan ada teman baru yang datang. Dan benar saja tahun ini di tambah satu orang baru yaitu V. Bukan hanya V doang tapi FF,H, AK juga mulai bergabung sama kelompok ‘kita’. Iya kelompok ‘kita’, setelah keadaan menjadi semakin lebih baik ‘kita’ mulai kembali jadi kita.
            Waktu tidak bisa di putar kembali. Iya, aku merasakan hal itu. Se-membaiknya keadaan kita, tapi aku rasa kita tidak bisa kembali seperti dulu. Karna adanya orang baru di dalam kita. Aku merasa sekarang kita terkotak-kotak. Meskipun kita satu, tapi karna kita terlalu banyak maka kita menjadi terkotak-kotak. Aku cukup senang aku bisa bersama kalian lagi, namun apakah aku begitu lama jauh dari kalian, sehingga ketika aku kembali begitu banyak hal yang tidak aku ketahui tentang kalian. Hal-hal sepele pun bahkan aku tidak tahu, seperti hal-hal yang sering kalian tertawakan bersama, tapi terkadang aku tidak menegerti hal apa yang sedang di bicarakan. Selama itukah aku jauh ? bahkan meskipun kita sudah menjadi satu kembali, terkadang aku merasa bahwa diriku tidak diajak di dalam kelompok inti kalian, yah kelompok inti aku menyebutnya, karna menurutku itulah pondasi kita (S, MC, A, MR, I, C). Karna kalian terlalu sibuk dengan ‘kalian’, maka aku lebih memilih bersama FF, H, AK, SA, MA. Bahkan ketika aku mencoba untuk membaur dengan kalian pun, kita akan selalu terpisah lagi. Kalian akan mencari ‘kalian’ dan aku akan tetap kembali juga pada FF, H, AK, SA, MA. Hanya mereka yang mau menerimaku, untung Tuhan memberikan mereka.
            Sampai sejauh ini pun, samapai saat ini, saat kita sedang menikmati liburan kelulusan kita, aku merasa cukup senang karna kita bisa berkumpul seperti dulu. Hanya kita (A, MR, MC, AM, S, I, CN) dengan tambahan V dan AK. Sayang SA tidak terlalu bisa menghabiskan waktu banyak dengan kita. Sedangkan FF, H, MA, P, memang punya urusan masing-masing sehingga kita jarang bertemu.  Namun ternyata sepertinya aku masih menjadi bagian yang terlupakan, atau, memang sengaja di lupakan, entahlah aku sudah terlalu biasa dengan keadaan seperti ini. Sebenarnya aku berusaha melupakan dan mencoba berbaur lagi dengan kalian, namun sampai suatu hari tanpa sengaja aku tahu dari MC yang tidak sengaja bertanya kenapa aku tidak ikut mencari dress untuk acara perpisahan bersama V, AM, dan I. Kemudian aku membalas bahwa aku tidak tahu kalau mereka ingin mencari dress, karna memang tidak ada ajakan dari mereka satupun. Dan di  tambah lagi ternyata MC pun sedang mecari dress bersama S, C, dan A. Dan kebetulan mereka bertemu dengan V, I, AM di tempat yang sama. Dan dari tujuh orang tersebut tidak ada yang mengajak ku. Terlupakan atau di lupakan ? mungkin keduanya.
            Mungkin ini semua dapat di jadikan pelajaran. Pesanku jika kalian sudah menemukan teman baru di luar sana, di tempat yang baru, janganlah menyia-nyiakan teman kalian yang kalian sudah anggap teman baik. Dan jagalah hubungan pertemanan kalian dengan baik. Dan jika kalian mendapatkan teman yang banyak seperti ‘kita’, kalian harus saling peduli satu sama lain, karna perpecahan dalam suatu kelompok yang besar itu adalah karna kurangnya kepedulian satu sama lain.      
                           
                  

Selasa, 25 Desember 2012

Temen SD




Hmm, menurut lo sahabat itu apa sih? Temen itu apa? Sahabat sama temen tuh artinya sama atau engga menurut lo?
Gue masih bingung loh sama kedua arti itu. Menurut gue sih sahabat itu Cuma satu, Cuma orang yang paling deket sama kita, orang yang kita percaya bisa jaga rahasia kita, bisa kita bagi kesedihan sama senengnya kita, dia mau nemenin kita kemana-mana, dan dia selalu ada buat kita, juga AS ALWAYS ada di deket kita. Sedangkan temen itu, yah lo bisa berteman sama siapa aja yang menurut lo dia itu asik, seru, bisa di bagi cerita juga tapi lebih nomor satuan sahabat di banding temen, atau orang yang sekedar lo sapa tiap hari juga menurut gue itu temen. Gue gak tau pendapat gue ini bener ato gak, karna kadang teori sama prateknya suka beda. Kalo menurut lo, gimana?
Dulu gue punya –emm, bisa dibilang sahabat karib gue lah- namanya Maria. Dia itu temen deket gue sejak SD. Jadi gini awal mula cerita gue ketemu sama Maria…
Waktu itu tahun 2001 kalo gak salah, berarti itu sekitar gue SD kelas satu atau dua-an gituh kalo gak salah. Waktu itu gue lagi jajan di kantin, trus gue ketemu sama seorang anak perempuan yang lagi berdiam diri di deket kantin. Trus karna dia sendirian, akhirnya gue samperin aja deh. Trus gue nanya ke dia “kok sendirian aja ? lagi ngapain? ” (yang pasti waktu itu gue bertanya dengan bahasa anak-anak yah haha) trus si anak perempuan ini jawab “aku mau jajan tapi gak bawa uang jajan” dengan tampang yang sedih. Karena gue merasa kasihan, dengan tulus hati gue jajain deh tuh cewe. Emm, kalo gak salah inget sih waktu itu gue jajanin tanggo deh kalo gak salah hehe. Dan dari situlah, dimulai perkenalan antara gue dan cewe itu, kemudian berkembang sampai akhirnya gue berteman akrab dengan si Maria. Jadi gitu cerita awalnya gue ketemu sama Maria, sahabat karib gue.  
Gue tumbuh bareng-bareng di sekolah yang sama sama Maria dari SD sampai SMP. Dari dulu itu, gue selalu bersama sama Maria, gue selalu sekelas, selalu pulang-pergi bareng, ngerjain tugas bareng(kadang-kadang), pokoknya serba bareng deh. Yah dia itu emang temen gue yang paling deket dan lama kenal sama gue, tapi karena waktu SD itu gue terknal amat sangat baik, maka banyak orang yang mau temenan sama gue. Jadi selain Maria, gue juga punya temen deket lain, yang deket sama gue karna kita temen segereja, namanya Gabriella, di panggilnya Gaby. Gue deket sama Gaby di kelas 6, padahal dia baru masuk di BPK PENABUR  itu waktu kelas 2 SD, tapi gue baru deket sama dia di kelas 6. Selain itu, gue juga punya temen lain yang deket juga selain Gaby dan Maria. Namannya Hanna, dia juga anak baru waktu kelas 3 SD. Gue deket sama Hanna waktu kelas 4 SD, waktu itu gue merasa bahagia, nyaman, dan enjoy temenan sama si Hanna. Dulu gue dekeeettttt banget sama Hanna, ke kantin bareng, maen bareng, dan ngapa-ngapain bareng deh. Deketya hampir sama kayak deket gue sama Maria. Waktu kelas 4 itu kalo gak salah Maria gak sekelas sama gue, makanya gue deket sama Hanna. Gue aja lupa kenapa tepatnya gue bisa deket sama Hanna. Trus di kelas 4 itu ada anak baru lagi yang baru masuk. Satu cewe dan satu cowo. Si cewe namanya Alethea,nama pnggilannya Thea. Si cowo namanya Dimitri. Mereka dari sekolah yang berbeda, Cuma mereka masuk di kelas yang sama, yaitu di kelas gue 4B (kalo gak salah hehe). Trus kenaikan kelas 5 gue sekelas sama Maria lagi, Hanna, dan Thea lagi, juga ada Gabby yang mulai deket di kelas 5. Di kelas 5 hubungan gue sama Hanna mulai renggang gak sedeket dulu, di kelas 5 ini Hanna lebih deket sama Thea. Dulu sih gue sedikit ngerasa kehilangan Hanna yang dulu deket banget sama gue, tapi dulu gue gak terlalu masalahin masalah itu, karna dulu gue masih punya Maria yang selalu deket sama gue. Oya, selain Hanna dan Gaby, gue juga punya temen deket yang lain. Namanya Astrella, gue bisa deket sama dia karna suatu ketidaksengajaan haha Jadi dulu itu gue sering lama di jemput sama nyokap, trus gue bosen nunggu tuh, akhirnya gue main-main aja di sekolah sendiri, sampe akhirnya gue ketemu Astrella yang jug lagi sendirian dan nunggu di jemput. Akhirnya karna gue dan dia sama-sama sendirian, jadi gue ajakon dia buat nunggu d perpus aja sambil baca-baca. Ajakan gue di terima dan akhirnya kita ke perus. Dan hari-hari selanjutnya kita jadi sering nunggu bareng deh di perpus hihi 

Minggu, 16 Desember 2012

kata yang tak sempat terucap



well, tanggal 24 November 2012 gue bisa menyelesaikan masalah gue sebelum gue berumur 17 tahun :) thanks God :) malemnya gue sempet nangis dulu donggg, gara-gara gue minta saran Tini kalo gue mau sms Ami buat bilang kalo besok gue mau ngomong sama dia. dannnnn kata Tini "emm, kayaknya jangan dulu deh bet, soalnya dia bilang dia lagi dapet. dia suka emosian soalnya kalo lagi dapet". Ngokkk -___- reflek gue langsung nangis baca sms Tini. karna itu artinya gue gak bisa nyelesaiin masalah gue sebelum gue berumur tujuh belas. udah gth si Tini bales sms gue lama banget lagi -_- padahal gue udah nyiapin kata-kata buat sms Ami. tadinya gue mau sms dia jam setengah 3an gth setelah gue sampe di rumah, tapi gue pikir takutnya ntar dia kepikiran sampe malem, sedangkan dia besok remed PKN (pede banget gue kayak dia bakal mikirin gue aja. iya kalo di pikirin, kalo gak? haha) akhirnya gue memutuskan buat sms dia maleman, setelah dia kelar belajar. eeh tapi ternyata Tini bales sms gue lama banget, sampe gue nangis dulu dan akhirnya gue ketiduran -_- untungnya jam 9an gue kebangun, jadi gue langsung buru-buru cek hape dan mau ngirim sms itu ke Ami sebelum dia tidur. dan pas gue cek hape, ternyata ada sms dari Tini yang akhirnya menyetujui rencana gue buat ngomong sama Ami besokannya. setelah gue baca sms gue yang udah gue siapin dari siang tuh, langsung gue pencet tombol sent, dengan harapan tuh sms masih bisa nyampe ke hapenya Ami. Beberapa menit kemudian, gue nungguin report dari sms yang tadi gue kirim, dan hasilnya gak ada lohh -_- pas gue cek ternyata cuma ke sent dan gak ke deliverd ! sedih banget njir, yaudahlah gue cuma berharap besok pagi tuh anak terima sms gue. nih gara-gara gue ketiduran nih, sial -_- setelah gue kebangun itu, gue masih memikirkan apa yang bakal gue omongin, sampe jam 12an gue belom bisa tidur, gue pikir gue bakal ngomongin panjang lebar apa yang ada di pikiran gue selama ini, tapi berhubung kata Tini dia lagi "dapet" jadi gue memutuskan buat bicara secukupnya dan gak buat dia emosi.  besok paginya pas gue bangun, sebenernya ada rasa sedikit dag-dig-dug buat melewati hari itu, tapi gue udah bertekad buat menyelesaikan masalah gue hari itu juga, karna emang cuma hari itu doang kesempatan terakhir gue buat minta maaf sama Ami sebelum gue tujuh belas. besok paginya, selesai gue mandi ada report di hape gue. buruburu gue cek hape dannnn ternyata report nya adalah NOT DELIVERY bungg ! mampuslah gue. tapi sebenernya semalem gue juga udah bakal nyangka kalo sms gue itu gak nyampe ke Ami. untungnya gue juga sudah memepersiapkan apa yang harus gue lakukan kalo sms gue gak nyampe. rencana gue adalah gue bakal nyamperin Ami dan pura-pura basa-basi nanya "eh, tadi malem lu terima sms gue gak?" dan gue udah tau jawabanya pasti engga. karna jawabannya pasti itu, jadi selanjutnya gue bakal bilang "hah serius?" trus gue bakal lanjutin dengan bilang "yauda ntar gue pengen ngobrol sebentar dongg sama lu, tapi ntar aja, lu remed PKN kan? ntar aja abis remed. bisa kann? bentar doang kok" itu yang bakal gue bilang ke dia. And Then, kenyataannya sesampainya gue di sekolah adalah gue gak berani ngomong sama sekali sama dia ! meskipun di kelas itu isinya cuma temen-temen gue doang. sebenernya waktu sebelum dia mau keluar dari kelas tuh ada waktu yang bagus buat gue ngompong, tapinya gue tetep diem -_- akhirnya gue harus menunggu waktu yang tepat lagi buat ngomong sama dia. akhirnya gue, Dewi, Veli nunggu mereka sambil nonton pensi di lapangan SD. di miu tuh gue masih dag-dig-dug belom tenang, ada beban,pikiran,panik. saat itu sebenernya gue laper,gue belom makan,, tapi berhubung beban gue belom lepas jadi gue gak mood makan. sampe akhirnya mereka kelar remed dan gabung sama gue,Dewi,Veli buat nonton pensi, dimiu yang gue liat si Ami nya bahagia-bahagia aja sih, gak bete-bete gituh. gue liat dia bahagia, malah gue makin down -_- gue juga gak tau kenapa. tapi di sisi lain, gue kan jadi bisa ngomong enak sama dia, gak usah mikir dia bakal bete ato emosi. udah hampir jam 12an dan gue belom dapet momen yang pas buat nyelesaiin masalah gue dan juga gue belom makan -_- akhirnya gue putusin buat makan dulu, daripada gue sakit nantinya. pas makan gue pikir mungkin abis gue makan adalah momen yang tepat buat gue ngomong sama Ami. gue bisa minta Tini buat minggir sebentar, karna Tini duduk disebelah Ami dan Tini pun tau masaslahnya. dan ternyata engga, gue masih belom berani. akhirnya acara break dan anak-anak pun pada jajan. gue, Dewi bertahan di tempat. trus gue ngajak Dewi buat pindah ke tenda,buat prepare kalo ujan hehe. tiba-tiba Evi ngajakin gue jajan, akhirnya gue temenin tuh, trus gue liat Rita lagi sama Ami di kantin SMP. tadinya gue pengen ambil kesempatan itu buat menyelesaikan masalah gue, tapi lagilagi gue gak ambil kesempatan itu-__- Akhirnya berlanjutlah pensi sampe akhirnya rintik-rintik hujan mulai jatuh. suasana sih makin rame di dalem tenda karna pada mau neduh sambil nonton pensi haha. di dalem tenda gue nyari kesempatan yang bagus banget buat ngomong sama Ami, tapi kayaknya gue gak dapet-dapet kesempatan itu gituh -_- tadinya gue pengen ngobrol berdua doang, yah meskipun mungkin cuma duduk seblah-seblahan, tapi kenyataannya adalah gue duduk jauh dari dia -_- di tambah suara musik dari panggung yang gede banget buat gue gak bisa ngobrol sama dia meskipun gue punya kesempatan buat duduk seblah-seblahan sama dia. tiba-tiba kepikiran di kepala gue buat ngajakin dia ke toilet, biar bisa ngobrol enak,, kebetulan gue juga mau ke toilet sebenernya haha. trus tiba-tiba Nita dan Lia pergi ke toilet, akhirnya gue mutusin untuk ke toilet setelah mereka balik. sambil nunggu Lia dan Nita balik dari toilet, gue bener-bener mengumpulkan keberanian gue buat ngajak dia ke toilet tuh cekaceka. ternyata Lia Nita lumayan lama juga ke toiletnya (gue jadi makin grogi -_-). akhirnya mereka balik dan akhirnya pula gue memberanikan diri gue buat ngajak Ami ke toilet. karna cuman itu kesempatan gue, jangan sampe gue siasiain kesempatan yang ada itu. sebelumnya gue memutuskan buat masalah gue harus selesai sebelum jam 2 pas, karna kalo makin sore gue takut kesempatan buat gue memperbaiki semuanya bakal ilang. dan Puji Tuhan akhirnya gue dapet kesempatan itu ! :D waktu gue ajak ke toilet pasti dia bingung banget kenapa tiba-tiba gue yang beberapa lama ini diem sama dia tiba-tiba ngomong sama dia dan ngajakin ke toilet pula ! haha. waktu gue ngajakin ke toilet pun gue ngomong dengan suara yang bergetar, udah gituh dia memperlambat jalannya gituh. kayaknya mallleeeesssss banget buat ngikutin gue. udah di luar tenda nih, akhirnya gue mulai pembicaraan sesuai rencana gue.
"tadi malem lu terima sms dari gue gak ?"
"engga"
"hah ? serius ?" kata gue sambil purapura kaget.
"iya bener engga kok, mungkin lu kirim ke hape satunya kali." kata dia sambil ngecek kotak masuk di hapenya.
"emm, gue ngirimin ke nomor lu duaduanya padahal."
"oohh"
cuma kayak gituh dan dia gak kepo gue ngirimin sms apa ke dia haha. trus sampe di toilet gue minta dia tungguin bentar, karna tujuan gue selain ngomong sama dia emang karna gue mau ke toilet haha. selesai dari toilet, gue keluar dan akhirnya gue mulai pembicaraan lagi.
"emm, mi tunggu bentar deh. gue mau ngomong bentar sama lu. emm gini, gue mau minta maaf sama lu. maaf yah kalo gue diemin lu lagi. gue sebenernya diemin lu tuh bukan karna gue marah sama lu. gue kan pernah bilang ke lu kalo gue diemin lu lagi yah lu gak usah peduliin aja. lu kan juga pernah bilang ke gue kalo diam itu adalah emas, dan menurut gue kalo gue diem sama lu itu lebih baik di banding gue ngomong sama lu. gue merasa kalo gue ngomong sama lu tuh kayaknya ada sesuatu yang asing, aneh, dan tiap kali kita baikan juga kita selalu ngulang kayak gini lagi, jadi makanya gue diem." kata gue dengan suara yang bergetar.
"gue juga diem tuh bukan karna gue marah sama lu beat." kata dia.
"sekarang disini gue mau minta maaf, maaf yang tulus banget mi dari hati, maaf kalo gue ngediemin elu. gue milih buat ngomong langsung sama lu karna kalo kita cuma maafan di sms doang kayaknya tuh kita selalu ngulangin kesalahan yang sama, kita diemdieman lagi, jadi makanya sekarang gue minta maaf secara langsung biar kita gak kayak gini lagi. di sisi lain ternyata gue baru sadar kalo diem adalah emas itu kayaknya gak berlaku buat gue, karna gue diem sama lu tuh gue juga jadi ada yang ngeganjel mau ngomong sama temen-temen gue sendiri. kayaknya tuh ada tembok yang ngalangin."
"iyaiya" kata Ami sambil mangut-mangut.
"gue juga tuh sebenernya pengen ketawan bareng-bareng sama yang laen, tapi kadang-kadang gue suka mikir 'ah ada si beta, ntar gue gimana gituh'. gue juga tau kalo lu itu sebenernya pengen punya satu temen yang deket sama lu gituh, gue tau. gue pikir kan lu dulu udah deket sama gue dan sekarang masanya tuh udah abis, gue mikirnya lu mau nyari yang laen lagi sekarang, gue mah iyaiya aja, gue ngerti kalo lu mau nyari yang baru" lanjut Ami.
disini gue udah gak kuat lagi pengen ngeluarin air mata  gue, dan akhirnya keluar juga air mata gue. gue gak nyangka Ami juga bakal nangis saat itu. trus gue lanjut nanya ke dia..
" jadi ? gimana ?"
" yauda kita maafan yah beat." sambil ngulurin tangannya buat salaman.
" jangan kayak gini lagi yah beat, gue teh sedih tau beat." lanjut Ami.
" lu tuh harusnya gak usah sedih tau mi. semua orang tuh pada sayang sama lu ! buktinya aja, apaapa pasti anakanak pada nyariin lu. wakatu kelas sebelas kita diem-dieman, ada gak yang dateng ke gue dan nanya 'beat, lu sama Ami kenapa ?' gak ada kan ? Cica, Rita selalu ke elu. dulu untungnya ada Tiwi yang masih care sama gue, meskipun dulu tuh dia udah jadian sama Loren dan dia juga sibuk sama loren. dulu tuh untung ada Esti, kalo gak ada dia tuh gue mungkin bakal sendiri, gak punya temen. yah Tuhan tuh adil sih, Dia ngasih Esti ke gue, jadi temen gue nambah, dan Tuhan juga buat lu deket sama anak-anak."  
" iya mi iya." kata gue akhirnya sambil bales ngulurin tangan.
"yaudah yuk udahan kita balik ke tenda lagi." kata gue.
disini sebenernya gue pengen meluk dia, tapi berhubung rame gue gak jadi meluk dia haha. sayang sih kelas di atas pada di tutup dan di lantai bawah itu rame banget, jadi gue gak leluasa buatn ngomong banyak sama dia karna banyak orang yang lalu lalang -____-

sebenernya banyyyyyyyyyyyyaaaaaaaaaaaaakkkkkkkkk banget yang pengen gue keluarin, yang pengen gue ceritain ke Ami, tapi yah itu karna suasana yang terlalu rame jadi gak gue keluarin semua, makanya gue nulis di blog gue haha.

yang bikin gue kaget adalah waku Ami bilang "gue juga tau kalo lu itu sebenernya pengen punya satu temen yang deket sama lu gituh, gue tau. gue pikir kan lu dulu udah deket sama gue dan sekarang masanya tuh udah abis, gue mikirnya lu mau nyari yang laen lagi sekarang, gue mah iyaiya aja, gue ngerti kalo lu mau nyari yang baru." maksud gue dia tau dari mana ? perasaan, sebelumnya tuh gue gak pernah ngomong kalo gue emang pengen punya temen yang deket sama gue ke dia ? jadi dia tau dari mana ? sebenernya gue pengen banget nanyain ke dia, dia tau dari mana?. Trus yang salah dari argumen dia tuh adalah masa gue sama dia tuh bukannya udah abis ! justru sebaliknya, gue pengen banget bisa selalu deket sama Ami. gue benerbener merasa nyaman temenan sama Ami, dia itu orangnya baik,seru,kocak,asik. gue suukkkaaaa banget temenan sama dia, seneng bangeeettt bisa temenan sama dia. tapi mungkin emang gue yang salah. gue yang salah dari awal. dari awal gue pengen ngejadiin Ami temen baik gue, temen paling deket sama gue, mungkin gue terlalu egois buat jadiin Ami temen paling deket sama gue, di sini salahnya. karna dari awal gue udah terlalu egois, jadi kalo Ami nya deket sama orang lain gue merasa kalo Ami di ambil dari gue. kayak dulu Ami lebih akrab sama Cica, gue merasa kalo gue gak bisa jadi temen deket Ami, karna Ami lebih seneng sama Cica. Lebih tepatnya gue merasa Ami meng-“anak emas”kan Cica, sama kayak waktu gue meng-“anak emas”kan Ami. mungkin lebih tepatnya gue iri. dan rasa iri itu yang ngancurin pertemanan gue sama Ami sampe kelas duabelas, sampe gue diem-dieman lagi sama Ami untuk kesekian kalinya dan akhirnya gue bisa maafan sama dia. gue selalu iri kalo dulu liat ruth bisa segituh akrabnya sama Rita, liat Ami deket sama Evi juga buat gue iri. kenapa dari dulu gue gak pernah bisa dapet salah satu temen yang akrab sama gue dari sekian banyak temen gue ? tapi dari masalah ini, gue diajarin satu hal yaitu lu boleh deket sama seseorang tapi jangan ketergantungan sama orang itu. karna kalo kita ketergantungan makanya jadinya kayak gue gini deh haha. jangan sampe deh masalah kayak gini lagi-lagi keulang. karna rasanya itu gak enak, amat sangat gak enak bahkan, lu cuma cape nangis karna masalah kayak gini. apalagi waktu gue kelas sebelas, gue merasa kalo semua temen-temen gue tuh udah pada gak peduli sama gue. pernah ada pikiran buat gue ninggalin elompok gue bahkan. itu di saat gue diemdieman klimaks sama Ami. untungnya disini Tuhan kasih Esti buat jadi temen gue :)  tiap malem pokonya gue selalu nangis garagara hal ini cekaceka banget gak tuh gue ngegalauin temen gue ? haha

gue berharap kedepannya gue gak ngulangin kesalahan gue lagi, gue bisa makin dewasa di umur gue yang ke 17 ini, dan yang paling gue harapkan adalah gue bisa ngulang semuanya dari awal lagi sama Ami dan temen-temen gue yang lain. gue pengen banget bisa kayak awal kelas sebelas pertemanan gue sama Ami juga temntemen gue baikbaik aja dimana kita ketawa barengbareng, seneng barengbareng, sedih barengbareng, kemanamana barengbareng :') gue berharap gak ada yang ganjil setelah ini dan bisa kembali seperti semula :')
well, gue pengen mereka tau kalo sebenernya gue sayang MEREKA. :''') :****
 
yah kurang lebih begitulah kejadian 24 November 2012 yang gue alamin :)